keperawatanreligionekawahyuningsih9

Aku Perawat Muslim Untuk Pasienku 😀

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min, 40:60)

Berdoa bererti memohon kepada Allah S.W.T. Dan hanyalah orang-orang yang angkuh sahaja yang tidak mahu berdoa. Berdoa adalah menjalankan perintah Allah. Kerana Dia yang memerintahkan berdoa, sebagai suatu usaha manusia dalam bentuk abstrak. Usaha-usaha tanpa doa hanya merupakan benda rapuh, sementara berdoa sahaja tanpa berusaha, merupakan roh tanpa badan. Sesungguhnya doa mempunyai kekuatan dan keajaiban tersendiri, dan pada saat-saat tertentu doa berperanan lebih jauh daripada amalan-amalan yang nyata.

Kita bisa melihat betapa pentingnya arti sebuah do’a. Untuk itu, sebagai perawat muslim, saya selalu berdo’a disetiap kesempatan baik untuk diri saya sendiri, pasien, maupun orang-orang terdekat saya. Pada kesempatan ini saya akan membahas peran perawat untuk pasien.

Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat dituntut mampu memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien kritis atau menjelang ajal. Dengan demikian, terdapat keterkaitan antara keyakinan dengan pelayanan kesehatan, dimana kebutuhan dasar manusia yang diberikan melalui pelayanan kesehatan tidak hanya berupa aspek biologis, tetapi juga aspek spiritual. Aspek spiritual dapat membantu membangkitkan semangat pasien dalam proses penyembuhan.

Dalam menjalankan tugas, seorang perawat harus melandasi kepada pikiran dan perasaan cinta, afeksi, dan komitmen mendalam kepada pasiena dapat dilakukan dengan cara:

1. Perawat juga bisa membimbing ritual keagamaan sesuai dengan keyakinan klien, seperti cara bertayamum, salat sambil tiduran, atau berzikir dan berdoa. “Bila perlu perawat dapat mendatangkan guru agama pasien untuk dapat memberikan bimbingan rohani hingga merasa tenang dan damai. Dalam kondisi sakaratul maut perawat berkewajiban mengantarkan klien agar wafat dengan damai dan bermartabat.

2.   Tugas seorang perawat, menekankan pasien agar tidak berputus asa apalagi menyatakan kepada pasiennya tidak memiliki harapan hidup lagi. “Pernyataan tidak memiliki harapan hidup untuk seorang muslim tidak dapat dibenarkan. Meski secara medis tidak lagi bisa menanganinya, tapi kalau Allah bisa saja menyembuhkannya dengan mengabaikan hukum sebab akibat,” katanya.

3.   Perawat juga memandu pasiennya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT hingga kondisinya semakin saleh yang bisa mendatangkan”manjurnya” doa.

Doa Untuk Kesembuhan Klien

 

doa untuk kesembuhan pasien

Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul “God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe” [Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenal Newsweek terbitan tanggal 10 November 2003 mengangkat pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama akan pulih lebih cepat dan lebih mudah. Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.

 

Referensi:

http://www.mualaf.com/forum/viewtopic.php?f=14&t=306

http://nursingreligi.blogspot.com/

http://www.harunyahya.com/indo/artikel/072.htm

http://nchupy.wordpress.com/bimbingan-rohani-pada-pasien-salah-satu-wujud-asuhan-keperawatan-profesional/